MENEBAR DAMAI ISLAM KE BARAT

Kamis, 12 September 2019 IAIN Pekalongan menggelar acara bedah buku Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat di Hotel Horison, Pekalongan. Acara bedah buku karya Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A. Ph.D. ini dihadiri oleh pimpinan kampus, dosen-dosen muda di lingkungan IAIN Pekalongan dan sejumlah tamu undangan.

Hubungan antara Islam dan Barat lebih sering digambarkan oleh media dan banyak pengamat dengan hubungan yang kurang harmonis. Keduanya dianggap memiliki perbedaan yang cukup mendasar sehingga sulit untuk dipertemukan. Islam dan Barat adalah dua kutub di belahan bumi yang berbeda. Samuel Huntington bahkan secara khusus menyoroti persinggungan antara peradaban Islam vis a vis peradaban Barat sebagai salah satu benturan terbesar di dunia, sebagaimana disebutkan dalam bukunya Clash of Civilization.

Tesis Huntington di atas sontak menimbulkan banyak perdebatan di kalangan akademisi, salah satunya Abdurrahman Mas’ud. Guru Besar dalam Ilmu Sejarah dan Kebudayaan Islam ini menolak over-generalization yang dilakukan Huntington. Menurut Professor Abdurrahman, ada banyak titik temu yang bisa dipakai untuk mendialogkan Islam dan Barat. Upaya mendialogkan Islam dan Barat ini diulas jelas dalam acara bedah buku Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat yang diselenggarakan oleh IAIN Pekalongan di Hotel Horison, Kamis 12 September 2019.

Buku jenis otobiografi ini memaparkan perjalanan intelektual Professor Abdurrahman sejak di bangku pesantren, di masa kuliah S2 dan S3 di Amerika Serikat, hingga menjadi akademisi di Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, penulis secara tekun menyebarkan wacana Islam moderat ke Dunia Barat, khususnya Amerika Serikat, melalui tulisan dan presentasi akademik di berbagai kesempatan. Kebanyakan tulisan dan presentasi akademik tersebut dimaksudkan untuk meluruskan stereotype yang keliru tentang Islam dan Barat.

Sementara itu, bertindak sebagai pembanding adalah Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Dalam presentasinya, Dr. Ade menyampaikan bahwa watak asli Islam adalah smiling (ramah), dan, oleh karenanya, mendakwahkan the Smiling Islam adalah kewajiban setiap umat Islam. Ia juga menjelaskan bahwa kebenaran pada dasarnya bisa datang dari mana saja, baik Timur (Islam) ataupun Barat, sehingga dialog antar keduanya perlu terus diupayakan.

Acara bedah buku Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat ini diikuti oleh dosen CPNS di lingkungan IAIN Pekalongan dan beberapa tamu undangan. Peserta terlihat cukup antusias dalam sesi diskusi dan tanya-jawab. Acara bedah buku diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari IAIN Pekalongan, kemudian disusul dengan ramah tamah dan foto bersama dengan peserta bedah buku.

Selama acara berlangsung, para peserta terlihat cukup antusias dalam menyampaikan pertanyaan dan tanggapan. Bedah buku Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat ini diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari IAIN Pekalongan, ramah tamah, dan foto bersama dengan peserta._(Humas Bagian Umum)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *